Sabtu, 12 Januari 2019

HOTS Dalam Pembelajaran


(Pixabay)
             
   LATAR BELAKANG

Dalam K13 revisi 2017, ada perubahan signifikan dalam hal penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ada empat hal yang harus muncul dalam RPP yaitu : Penguatan Pendidikan Karakter, Literasi, 4 C dan HOTS. Istilah 4 C berkaitan dengan ketrampilan abad 21 yang perlu dimiliki oleh siswa berupa Creative, Critical Thinking, Communicative, dan Collaborative. Dalam kurikulum ini, pembelajaran dalam kelas seharusnya mendorong siswa  untuk menjadi kreatif, berfikiran kritis, mampu menyampaikan idenya dengan komunikasi yang baik, dan mempunyai ketrampilan yang baik saat menjalin kerjasama dengan pihak lain.
Pada pola ini guru seharusnya selalu berupaya mengaktifkan potensi siswa untuk belajar mencari tahu dan menerapkan apa yang telah mereka ketahui untuk menjadi sebuah ketrampilan, yang pada akhirnya akan membangun sikap mereka. Dapat dikatakan bahwa pembelajaran aktif  K 13 berkaitan dengan Higher Order Thingking Skills(HOTS) atau kemampuan berfikir aras tinggi.
 Mengintegrasikan HOTS dalam pembelajaran juga merupakan sebuah keharusan, jadi HOTS itu bukan hanya sekedar pada pembuatan soal untuk assessment. HOTS dalam pembelajaran maksudnya adalah kemampuan berfikir kritis, logis, reflektif dan metakognitif. K 13 menuntut agar materi pembelajaran didesain untuk mendorong siswa mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered learning) sudah tidak lagi relevan. Peserta didiklah yang harusnya menjadi pusat pembelajaran (student-centered learning).

APA ITU HOTS? 

Menurut Lewis dan Smith dalam King, Ludwika Goodson, & Faranak Rohani (1997:32) , istilah HOTS atau ketrampilan berpikir aras tinggi ini meliputi berpikir kritis, logis, reflektif, dan metakognitif. Ketrampilan ini dianggap akan aktif jika peserta didik dihadapkan pada beberapa bentuk permasalahan, ketidakpastian, hal yang bersifat dilema, atau pertanyaan-pertanyaan.
Lewis dan Smith dalam King (1997:35) kemudian mendiskripsikan bahwa proses berpikir aras tinggi terjadi saat seseorang mengambil informasi baru dan mengaitkannya ke informasi lama yang telah tersimpan di memorinya (prior knowledge) lalu disusun kembali untuk mendapatkan jawaban atas situasi atau masalah yang dihadapinya. Melalui proses berfikir aras tinggi semacam ini, seseorang itu kemudian menjadi dapat memutuskan apa yang akan dipercayainya, menentukan apa yang akan dilakukannya, menciptakan ide dan barang baru, atau membuat prediksi.

HOTS BERDASAR TAKSONOMI BLOOM

Konsep HOTS ini sebenarnya meliputi beberapa konsep dari beberapa ahli. Misalnya, berkaitan dengan konsep ketrampilan berpikir dalam taksonomi Bloom (1956), konsep hirearki kemampuan belajar yang dikemukakan oleh Brigs dan Wager (1981), Gagne (1985), serta beberapa konsep lain.
Dalam penelitian ini, konsep ketrampilan berpikir aras tinggi lebih didasarkan pada konsep taksonomi Bloom yang sudah diperbaharui. Taksonomi Bloom merupakan pengkatagorian kognisi atau ranah berpikir yang dipublikasikan oleh Benjamin S Bloom pada tahun 1956. Maka tanda yang digunakan pada taksonomi tersebut adalah huruf C (Cognititive). Empatpuluh lima tahun kemudian, pada tahun 2001 seorang anggota tim Bloom yang bernama David R Krathwohl, mengusulkan revisi pada Taksonomi Bloom tersebut. Berikut ilustrasi perubahannya (Rusyna:22) :

Taksonomi Bloom Lama:

C1 (Pengetahuan); C2 (Pemahaman); à C3 (Aplikasi); àC4 (Analisis); à  C5 (Sintesis); à C6 (Evaluasi).

Taksonomi Bloom Revisi:

C1 (Mengingat);àC2 (Memahami); à C3 (Mengaplikasi); àC4 (Menganalisis); à C5 (Mengevaluasi); àC6 (Mencipta)

Pada taksonomi Bloom yang lama menggunakan kata benda sebagai label (Pengetahuan, Pemahaman, dsb.), sedangkan pada taksonomi Bloom revisi menggunakan kata kerja (Mengingat, Memahami, dsb.). Penggunaan kata kerja pada bagian revisi selaras dengan tujuan taksonomi Bloom, yaitu mempermudah guru untuk membuat klasifikasi tentang hal apa saja yang harus dipelajari oleh peserta didiknya dalam jangka waktu tertentu. Guru akan lebih mudah untuk mengidentifikasi pada level kognisi manakah sebuah tujuan pembelajaran akan dicapai. Guru juga terbantu untuk mengidentifikasi pada level kognisi manakah sebuah aktifitas belajar akan dilakukan atau suatu assesment akan dibuat.
Pada taksonomi Bloom revisi, kemampuan ‘mengevaluasi’ yang tadinya pada C6, levelnya turun menjadi C5. Sedangkan kemampuan ‘sintesis’ naik pada level C6 dan berganti nama menjadi ‘mencipta (create)’. Tingkat kognisi mencipta dianggap lebih tinggi daripada mengevaluasi. Ini berdasar pada asumsi bahwa seseorang dikatakan dapat mencipta sesuatu setelah melalui tahapan menganalisis dan mengevaluasi.
Berikut rincian ranah kemampuan berpikir aras tinggi (HOT) didasarkan pada bagan Level Kognitif dari taksonomi Bloom yang telah direvisi. Dalam bagan tersebut, terdapat 6 dimensi proses kognitif: C1 Remember, C2 Understand, C3 Apply, C4 Analyze, C5 Evaluate, dan C6 Create.

6 DIMENSI PROSES KOGNITIF

Penjelasan dari tiap dimensi itu menurut Buku Panduan Penulisan Soal 2017 yang dikeluarkan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang Kemendikbud (2017:7) adalah sebagai berikut:

·         C1 Remember: mengingat
Ini adalah tingkat proses kognitif paling dasar dimana peserta didik mengingat sesuatu yang pernah mereka pelajari tanpa perlu mengubahnya menjadi perspektif mereka sendiri. Peserta didik menunjukkan pemahaman dasar terhadap materi pelajaran dan dapat membuat generalisasi secara sederhana.
Pada makalah anda , tambahkan deskripsi mengenai keadaan di kelas anda bagaimana contoh keadaan berdasarkan ranah ini. Tentu saja disesuaikan dengan mapel anda dan materi pelajaran yang akan anda angkat. 
contohnya:
Makalah saya tentang penelitian HOTS di bidang bahasa Inggris, materi pembelajaran Writing Hortatory teks. Maka saya menuliskan keadaan murid saya pada tataran ini sebagai berikut:
Kaitannya dengan keadaan peserta didik di sekolah kami dalam pembelajaran menulis teks eksposisi adalah sebagai berikut: peserta didik saat proses ‘writing’ dikatakan pada level C1 ini saat para peserta didik tersebut hanya menuliskan ulang teks berbentuk Hortatory Expositon yang mereka ambil dari sumber lain, tanpa mengubahnya.

Pada level ini, peserta didik sudah menunjukkan kemampuan mengenali dan mengingat bahwa ‘generic structure’ dari sebuah teks hortatory exposition adalah terdiri dari ‘thesis – argumentation – dan – recomendation’. 
lakukan hal yang sama pada tingkatan level lainnya di bawah ini.

·         C2 Understand: memahami
Sebuah kemampuan untuk memahami suatu pengetahuan. Peserta didik menunjukkan kemampuan menyusun materi yang telah dipelajari sebelumnya. Siswa dapat menjelaskan dan menginterpretasi dengan memberi contoh, mengubah sebuah bentuk presentasi menjadi bentuk yang berbeda.

·         C3 Apply: menerapkan
Kemapuan untuk menggunakan metode/konsep/ prinsip/teori yang telah siswa pelajari dalam situasi yang berbeda. Ini merupakan kemapuan untuk menerapkan suatu pengetahuan. Peserta didik mampu menggunakan informasi yang telah dipelajari sebelumnya untuk menyelesaikan masalah atau tugas tertentu.
Pada makalah anda , tambahkan deskripsi mengenai keadaan di kelas anda bagaimana contoh keadaan berdasarkan ranah ini. Tentu saja disesuaikan dengan mapel anda dan materi pelajaran yang akan anda angkat.

·         C4 Analyze: menganalisis/ membedah
Proses kognitif ini meliputi kemampuan untuk menguraikan atau memecah materi jadi bagian – bagian penyusunnya sehingga komponennya dan strukturnya dapat difahami. Peserta didik pada tahapan berfikir ini akan mampu mengidentifikasi alasan atau penyebab suatu masalah. Mereka mampu menganalisa sebuah kesimpulan atau sebuah generalisasi untuk menemukan bukti yang mendukung, atau sebaliknya, peserta didik mampu mempertimbangkan bukti-bukti yang sudah ada untuk menyusun sebuah kesimpulan atau sebuah generalisasi.

·         C5 Evaluate: megevaluasi
Kemampuan untuk mengambil keputusan berdasar kriteria dan atau standar. Misalnya siswa dapat melakukan kegiatan memeriksa dengan menunjukkan kelebihan, menunjukkan kekurangan atau membandingkan. Siswa juga mampu melakukan kritik atau membuat penilaian yang objektif.


·         C6 Create: mencipta
Proses kognitif pada ranah ini mencakup kemampuan memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru. Siswa mampu merumuskan/merancang, merencanakan dan kemudian memproduksi suatu karya yang orisinal. Peserta didik menunjukkan kemampuan memproduksi karya orisinal, membuat prediksi, menyeselesaikan masalah, berargumentasi atau mempresentasikan karya seni atau musik.

Keenam dimensi proses kognitif tersebut kemudian dikelompokkan dalam tiga level kognitif, dengan tanda L1 & L2 (LOT) , serta L3 (HOT).
·           L1 meliputi kemampuan C1 mengingat dan C2 memahami
·           L2 meliputi kemampuan C3 menerapkan
·           L3 meliputi kemampuan C4 menganalisis, C5 mengevaluasi dan C6 mencipta

Perincian  diatas diadaptasi dari Taxonomy for Learning, Teaching and Assessing yang dikemukakan oleh L. W. Anderson and D. R. Krathwohl berdasar Bloom’s Taxonomy dalam Leroy (2011:3).
Jadi dalam sebuah kelas yang menerapkan pembelajaran berbasis HOTS harus terdapat kegiatan yang menstimulus siswa untuk mengembangkan kemampuan menganalisis, mengavaluasi dan mencipta. Ini akan tercapai jika pembelajaran berlangsung dalam pembelajaran aktif dimana siswa menjadi pusatnya.

PENERAPAN TEORI MENJADI ARTIKEL GAGASAN ILMIAH

Dalam makalah atau artikel anda lalu tunjukkan pada posisi ranah kognitif mana siswa anda pada materi yang anda jadikan penelitian. Misalnya  pada pra penelitian, keadaan pembelajaran dan hasil tulisan siswa saya pada Hortatory text 90 % pada ranah C1 dan C2, 10% pada ranah C. 

Setelah itu tetapkan pada level kognitif berapa siswa anda akan dibawa. Pastinya ke salah satu ranah di L3, dengan tujuan membawa siswa anda ke ranah berpikir aras tinggi. Contohnya : saya ingin membawa siswa saya ke ranah Create (C6) pada pembelajaran menulis teks Hortatory Exposition.

Lalu fikirkan metode pembelajaran apa yang akan anda terapkan untuk membawa siswa keranah HOTS tersebut. Teknik pembelajaran apa yang akan anda terapkan berdasar metode tersebut. Sebagai contoh ; dalam penelitian, saya menerapkan Photovoice sebagai teknik pembelajaran untuk membawa siswa ke ranah berpikir aras tinggi (HOTS). Maka kemudian judul makalah atau gagasan ilmiah saya menjadi :

PENERAPAN PHOTOVOICE SEBAGAI TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

atau
PENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF BERBASIS HOTS DENGAN TEKNIK PHOTOVOICE NTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

atau 
PENGUATAN KARAKTER BERFIKIR KRITIS MELALUI ENERAPAN PEMBELAJARAN AKTIF BERBASIS HOTS DENGAN TEKNIK PHOTOVOICE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS HORTATORY EXPOSITION PADA SISWA KELAS XI SMA N 2 WONOGIRI

Inti pembahasan gagasan ilmiah anda adalah untuk membuktikan rumusan masalah yang anda tetapkan berdasar latar belakang dan judul yang anda usung. Misalnya dari judul saya diatas saya memunculkan beberapa rumusan masalahnya sebagai berikut:

  • Apakah melalui penerapan pendekatan pengajaran aktif berbasis HOTS dengan Photovoice sebagai tekniknya dapat meningkatan kemampuan menulis teks hortatory exposition pada siswa kelas XI IPA 2?
  • Anda dapat pula membuat rumusan menanyakan seberapa besar prosentase peningkatan kemampuan menulisnya?
  • Apakah melalui penerapan pendekatan pengajaran aktif berbasis HOTS dengan Photovoice sebagai tekniknya dapat membawa siswa mencapai aras berfikir yang lebih tinggi, yaitu ‘creating’?
  • Atau anda dapat pula menanyakan bagaimana teknik/metode tersebut dapat membawa siswa mencapai aras berfikir yang lebih tinggi, yaitu ‘creating’ ?

Artikel gagasan ilmiah anda pun kemudian akan mengalir jika anda sudah menuliskan sampai tahap tersebut. Anda kemudian dapat mengembangkannya menjadi PTK, Best Practice atau sebagai artikel ilmiah. Jika artikel ilmiah akan digunakan untuk sebagai kelengkapan OGN maka jangan lupa untuk disesuaikan dengan ketentuan pada petunjuk pelaksanaan OGN,
Berikut ini beberapa artikel yang dapat anda baca untuk menggali ide dalam membuat PTK atau Best Practice berupa penelitian di bidang Bahasa , klik di judul di bawah ini yaa
Contoh Ide Penelitian di Bidang Bahasa untuk PTK atau Best Practice

Menggunakan Photovoice Sebagai Teknik Pembelajaran


Selamat menulis artikel gagasan ilmiah. Sesuaikan dengan keadaan kelas anda, tulis dan tulisss. Semoga berhasil.

     Salam belajar,





DAFTAR PUSTAKA

King, FJ, Ludwika Goodson, and Faranak Rohani. 1997. Higher Order Thinking Skills; Definition, Teaching Strategies, Assessment. Tersedia pada: cala.fsu.edu  . Diakses pada 12 September 2018.
Leroy, Rachel Van Horn. 2011.Using Bloom's Taxonomy to Sequence Writing. Tersedia pada: digitalcommons.georgiaouther.edu .Diakses pada 13 Maret 2018.
Panduan Penulisan Soal 2017.Pusat Penilaian Pendidikan Balitbang emendikbud
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran Pendidikan Dasar dan Menengah.
Rusyna, Adun. 2014. Keterampilan Berpikir. Yogjakarta. Penerbit Ombak.
htpps.www.britishcouncil.my/english/courses-children/resources/HOT-skills. Diakses pada 5 Februari 2018.


Kamis, 10 Januari 2019

THE UNTOLD HERO; Mengenang Kepergian Seorang Sahabat Istimewa


THE UNTOLD HERO; 
Mengenang Kepergian Seorang Sahabat Istimewa

Pagiku kali itu gelisah. Berita duka seakan merayap lewat uaran dinginnya angin pagi. Menelisik diantara beningnya embun bergulir di pucuk rumput. Menunggu sebentar untuk ditimpa hangatnya mentari hingga akhirnya hilang. Menguap. Lalu mengapa pula aku seperti berat. Sedang embun telah mencontohkan. Ketiadaan seseorang adalah kepastian. It’s just a matter of time.
“Selamat Jalan Ahmad Antoni, I see the hero lies in you,” kubisikkan lewat embun selepas bait Al Fathehah kukirimkan ke langit.

Tanyakan tentang kematian padanya. Dan dia akan menjawabnya ringan kadang masih disempatkan tersenyum. Vonis penyakit lupus yang dideritanya membuatnya sudah begitu akrab dengan keluar masuk rumah sakit. Sebutkan definisi segala rasa sakit. Nyeri, mual, demam, atau perih. Mungkin sebgaian besar dia sudah mengalaminya. Tapi bagi saya dia adalah tetap Ahmad Antoni anak didikku- di kelas bahasa pertamaku. Yang meski sering saya ledek ‘ngantukan’ , dia tak akan marah. Mencoba riang dan menebar optimis.

Mataku silau terpias matahari yang meninggi. Tapi hati ini belum mau beranjak dari kenangan. Ahmad dan kelas bahasanya memang akan selalu istimewa di hati. Tahun 2002-2003 itu kali pertamanya saya resmi mengajar segera setelah lulus dari perguruan tinggi. Jarak usia antara saya dan murid-murid yang tak terlalu jauh saat itu, membuat kami lekas akrab. Karena saya selalu menganggap murid adalah anak - maka murid-murid di kelas bahasa ini adalah anak pertama saya. Ahmad adalah salah satunya.

Saya ingat suatu saat tim debat bahasa Inggris dari kelas bahasa ku ini masuk final tingkat kabupaten. Ahmad bukanlah tim inti. Tapi saya ingat sekali wajah itu lah yang menyusul kami ke gedung DPRD seusai tim bertanding. Menemui tim yang terbersit kecewa karena dikalahkan dengan margin tipis sekali. Tak bisa jadi wakil Wonogiri ke propinsi. Entah bagaimana saya tidak ingat bagaimana Ahmad menyusul kami dari sekolahan. Saat itu sedang jam pelajaran. Tak mudah mencari ijin keluar.
Itulah dia. Membawa kembali keriangan karena dia tak akan peduli jadi bahan candaan. Membawa aura optimis itu meski kami tak menang.

Bertahun tak jumpa, dia sudah berkeluarga, lengkap dengan tiga matahari kecilnya. Kembali sesekali bersua saat dia kemudian menjadi ketua Solo Peduli Wonogiri, dimana saya menjadi salah satu bagiannya. Dia tetap sehat, ceria, aktivis masjid dan bersemangat berbagi. Seperti tak ada tanda-tanda dia sakit. Apalagi sakit serius seperti Lupus.

Yang jelas kemudian Ahmad sering keluar masuk rumah sakit. Ahmad divonis terserang penyakit Lupus. Sebuah jenis penyakit autoimun. Sistem kekebalan yang harusnya melindungi tetapi malah berbalik menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. Bagian organ tubuh mengalami peradangan (inflamasi) kronis misalnya pada kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, atau bahkan sungsum tulang belakang.  

Penyakit lupus kemudian membuat persendian kakinya mudah nyeri. Sampai pernah sulit untuk berjalan. Tapi Ahmad selalu berusaha optimis. Kuat dan semangat. Masih aktif mencoba menafkahi keluarganya dengan berdagang online. Beberapa kali saya menyempatkan pesan lewat lapaknya; mulai dari bumbu penyedap tanpa MSG, buku parenting terbitan Solo Peduli, majalah Junior, kaos muslim dan tas beberapa kali. Karena kasihan?

Ahmad tak perlu dikasihani. Dan dia pasti tak akan pernah meminta dikasihani. Dia adalah benar-benar pedagang yang baik. Di tengah sakitnya, dia memberi pelayanan sebaik-baiknya. Penuh semangat. Amanah sekali dengan produknya. Seolah dia itu tidak sedang dalam keadaan sakit. Tapi ibu mana tak merasa tersentuh rasa kasihannya jika melihat anaknya sakit. Tiga tahun lalu saya bertemu dengannya di sebuah acara lomba antar TPQ di masjid dekat rumah. Ahmad dengan kruk di kakinya ikut dengan rombongan tim TPQ desanya.

Subhanalloh! Di tengah sakitnya dia masih menyempatkan menghidupkan kegiatan keagamaan di lingkungannya. “Ya kalau pas sakit, lututnya seperti ditusuk – tusuk bu. Kaki kadang sulit dibawa berjalan,” ringan dia menjelaskan. Takut tumpah air mata ini, segera saya pamit pulang sambil mendorong anak saya yang sedang di atas sepeda roda tiganya. Di sepanjang jalan menuju rumah saya ingat harus mengusap mata berkali kali dengan ujung jilbab. Beratnya rasa sakit yang ditanggungnya menggayuti mata ini. It’s not that easy, I know.

Malam merayap mengajakku berkaca di pantulan gelapnya langit. Malu betapa mudah mulut ini mengaduh, menggerutu , memuntahkan segala keluh kesah saat masalah muncul, padahal seringnya hanya sekecil kerikil. Malu akan seringnya lupa betapa mahal nilai sehat yang telah dikaruniakan-Nya. Sedang Ahmad, didampingi istri hebatnya, diantara riuh tiga anak-anaknya- sebisa mungkin tak melulu mengaduh. Sakit dipandangnya sebagai lahan ibadah. Tak menyurutkan semangat hidupnya.

Maka kukabarkan berita ini kepadamu kawan. Sebagai bentuk penghormatan, kasih sayang dan kebanggaan seorang ibu kepada anaknya. Ahmad, sungguh bu gurumu ini bisa melihat pahlawan itu ada padamu, meski tidak disiar-siarkan sekalipun. For me, You’re the untold hero.



(untuk Ahmad, yang telah berpulang pada usia 33 tahun, 4 juli 2018 di RS Moewardi)

Minggu, 06 Januari 2019

Create a Poem & Beautify it with Canva


You know what?! The fact is : anyone can write.
 
Yes, it means WE CAN WRITE too.
I’ve been focusing to learn writing since a year ago. My coach in Jenius Writing community says, “If you want to learn writing, the best way is by : writing!”

Don’t waste your time by thinking too much before writing. For a beginner like us, just write whatever you want. Start drafting, never mind editing.  

Too much editing during drafting can be frustrating for us.

That’s how I learn writing poems. I write whatever words come to my mind. At any time, any place. 

Sometimes I wrote it on a piece of bills, tissue paper, or on mobile phones. For example, at a time I was so upset because someone put me into trouble. At that time, I just wrote words that I would have said to her if we had met face to face. I just let those words out loud in my poem on a piece of paper.

Next day, I wrote it on ‘MS Words’ at my PC. While typing, I read those words once more. During this phase I did editing. I changed some words and moved the positions of some sentences in my poem.

After we had written the poem in our PC by MS Words, we can make it even more beautiful by using CANVA application. This is how to do it:

  1. This Canva Application can be installed in your mobile phone by Google Play. We can also use Canva online, by clicking this page on your browser. We can log in by using our Google account or by Facebook account. At this try, I used Canva online and log in through my Google account.
  2. There are many choices in Canva, look at the ‘Create Design’ part. That time, I chose design ‘Quote Social Grapic.’
  3. Choose the template that we want. Some choices are with ‘free’ labels. Some others are not free, we can buy it online. I picked a free label . Well, off course the designs which’re not free have more interesting choices and without watermarks.
  4. Copy your poem which has been written in ‘MS Words’ and arrange it on the template that you’ve chosen. For the background, we can upload our own picture from the PC or we can choose a background provided by Canva on the left sidebar. 
  5. Do some other arrangements and your poem is ready.
  6. Share to social media or download it in our PC. Have a try!
Here are my other creations:





Enrich your vocabulary by reading more . for example this one :  Reading The Famous Five-Our-Soulmate

Keep practicing by writing more poems .. or just write about everything. 
Sometimes I just write about places I've visited like this one :   Racing to Sunrise at Merapi

Keep writing! Create your own words.

Kamis, 03 Januari 2019

Belajar Menulis Puisi dan Mempercantiknya dengan Canva




Mulai tahun lalu, semenjak tercemplung di kelas menulis Jenius Writing (JW), saya mulai aktif belajar menulis. Mulai mencorat coret kalimat demi kalimat dengan arahan Lutfhi CoachWriter artist dan teman-teman komunitas JW. Kata Coach,” Belajar menulis itu ya dengan menulis!”

Tulis apa saja, apa pun yang keluar dari pikiran. Langsung tulis. Jangan sibuk mendesain kalimat, alur atau mengeditnya saat proses menulis awal. Nulis sampai ngedit itu seperti nggoreng tempe ditunggui debt collector! Hihi .Bikin gugup!

Demikian juga dengan proses saya belajar menulis puisi. Langsung saja saya urek-urek dulu di kertas seadanya. Misalnya ketika suatu saat hati saya sedang galau karena sesuatu hal yang disebabkan oleh seseorang, langsung saya tulis saja kata-kata yang ingin saya keluarkan di depan dia lewat puisi. Hari berikutnya, saya ketik sambil baca lagi. Disini baru ada sedikit editing, beberapa kata diganti, beberapa kalimat sedikit diubah posisinya.

Setelah ditulis dengan Word, kita bisa mempercantik tampilan puisi kita dengan Canva.

  1.        Aplikasi ini bisa di diinstal ke ponsel anda lewat Google Play. Kalau saya, menggunakan lewat Canva online. Masuk  disini   dan log in melalui Google+. Anda dapat juga log in menggunakan akun Facebook.
  2.     Ada banyak pilihan pada bagian ‘Create Design’.  Saya kali ini memilih desain ‘quote social grapic.’
  3. Pilih desain yang kita inginkan. Kalau tidak ingin yang berbayar, pilih yang ada logo ‘free’. Desain yang berbayar pilihannya tentu saja jauh lebih banyak, lebih menarik dan tanpa watermark : )
  4. Copy tulisan puisi kita dari word, atur di Canva sesuai template. Untuk tampilan latar belakang, kita bisa memilih menggunakan pilihan background yang disediakan Canva, di sisi kiri sidebar. Pilih yang free jika tidak ingin yang berbayar. Kita juga dapat membuat background dengan upload foto kita pribadi. Untuk puisi diatas, saya memakai background foto pribadi sedangkan untuk puisi dibawah, saya menggunakan background dari Canva. Atur posisi background dan tulisan sesuka hati.
  5. Share ke sosial media kita atau download untuk disimpan sendiri. Selamat mencoba. Dan jangan heran kalau kita terus ketagihan utak-atik via Canva. 😉


Tadaaa dan ini dia contoh hasil belajar saya:



Senin, 31 Desember 2018

Belajar Menulis Puisi - UNTUKMU PENEBAR BADAI


Tahun lalu, semenjak tercemplung di kelas menulis Jenius Writing (JW), saya mulai aktif belajar menulis. Mulai mencorat coret kalimat demi kalimat dengan arahan Lutfhi CoachWriter artist dan teman-teman komunitas JW. Kata Coach,” Belajar menulis itu ya dengan menulis!”

Tulis apa saja, apa pun yang keluar dari pikiran. Langsung tulis. Jangan sibuk mendesain kalimat, alur atau mengeditnya saat proses menulis awal. Nulis sampai ngedit itu seperti nggoreng tempe ditunggui debt collector! Hihi .Bikin gugup!

Demikian juga dengan proses saya belajar menulis puisi. Langsung saja saya urek-urek dulu di kertas seadanya. Misalnya ketika suatu saat hati saya sedang galau karena sesuatu hal yang disebabkan oleh seseorang, langsung saya tulis saja kata-kata yang ingin saya keluarkan di depan dia lewat puisi. Hari berikutnya, saya ketik sambil baca lagi. Disini baru ada sedikit editing, beberapa kata diganti, beberapa kalimat sedikit diubah posisinya.

Minggu, 23 Desember 2018

'Lima Sekawan' ; Our Soulmate


Bagi saya, setiap pembaca buku pasti memiliki belahan jiwa masing-masing. Itu adalah buku yang kamu pilih untuk dibawa kemana-mana - yang paling sering terbawa. Itu adalah buku yang paling sering kau ambil setiap kali kamu akan bepergian; yang tak perlu menghabiskan waktu berjam jam untuk memutuskannya! Itu adalah satu buku yang memiliki tempat spesial di hatimu.

Kata 'kami' disini maksudnya adalah: saya dan anak perempuan saya - Aisyah. Kita mungkin saja sering berdebat akan banyak hal kecil; yah seperti halnya ibu dan anak yang lain. Tetapi, anehnya kita punya satu kesamaan dalam memilih buku sebagai soulmate-belahan jiwa.

Yups, novel serial 'Lima Sekawan'(The Famous Five) adalah belahan jiwa kami. Kapanpun kami memutuskan untuk melakukan perjalanan, anak perempuan saya itu hampir dipastikan menyelipkan salah satu koleksi Lima Sekawan nya ke dalam tas. Bisa saja sih dengan buku lain, seperti kisah Abunawas atau Muhammad Al Fatih. Tetapi Lima Sekawan tetap pilihan utama. Seperti saya, dia juga menikmati membaca buku kecil seukuran pocket ini waktu luang di sela perjalanan.


Hmm, memangnya siapa ya yang bisa menolak petualangan seru dari keempat anak dengan seekor anjing itu?
Kami sering ikut merasa tercekam setiapkali kelima tokoh itu mengalami masalah selama petualangan mereka. Kami seakan bisa ikut mersakan segarnya susana di tempat mereka berkemah. Rasanya menyenangkan untuk menikmati bagaimana kelimanya bercakap dan melakukan perjalanan. Rasanya hebat untuk memiliki impian akan bisa punya sebuah pulau kecil lengkap dengan kastil antiknya, seperti Pulau Kirrin. Itu selalu terasa mengesankan. Kami berasa langsung jatuh cinta begitu saja dengan Julian, Dick, Anne, dan Georgina (George) - dan anjing mereka ,Timmy.

Setting di sebagian cerita di novel hampir sebagian besar berupa suasana pedesaan. Ini membuat anak-anak dapat menemukan kesenangan-kesenangan sederhana dari kehidupan di pondok-pondok sederhana, sungai sungai kecil de tengah padang, piknik, dan perjalanan bersepeda di sekeliling kehidupan pedesaan di Inggris dan Welsh.
Merupakan pengalaman yang cukup segar dan berbeda bagi orang Indonesia seperti kami. Dari Televisi atau koran, kita mendapat gambaran bahwa orang Eropa selalu modern dan hidup di gedung bertingkat. Dan serial novel ini menyajikan pandangan yang berbeda.


Saya tidak yakin sih , apakah sebenarnya orang Eropa masih ada yang hidup seperti ini akhir-ahkhir ini. Mengingat bahwa 'Lima Sekawan' telah ditulis tahunan yang lalu, tepatnya di tahun 1940 an oleh penulis Inggris bernama Enyd Blyton. Saya pikir cara hidup orang-orang Eropa itu bisa saja berbeda sekarang. Justru inilah yang menjadikan Lima Sekawan menjadi lebih menarik. Saya dan putri saya dapat ngobrol dengan asyiknya tentang bagaimana ya rasanya menikmati tea time, atau bagaimana ya rasanya menikmati dua telur rebus dengan sepotong keju dan jus lemon segar dari lahan pertanian di sekitar kemah mereka.

Lima Sekawan adalah Soulmate kami - itu pastinya!

THE FAMOUS FIVE, OUR SOULMATE


For me, each reader has her own soulmate. It's a book of which you choose to bring about - the most often. It's the one that you'll most likely to pick up whenever you travel away; without even spending a minute to decide!  It's the one that has the special part in your heart.

Our, here, means : me and my daughter -Aisyah. We might argue at some small other things just like other ordinary mom and daughter. But, strangely we do have the same similarities in choosing a book as a soulmate.

Yes, The Famous Five series are  Our Soulmates. Whenever, we decide to have a travel, my daughter will most likely to slip one of her collection to her bag. She , just like me myself, really enjoy reading it whenever we have spare time during the journey.

Well, who can resist the interesting adventure of those four kids and a dog? We still gasped a lot with their troublesome during their adventure. It's just fun to enjoy how those 'Fives' talk and walk. Having a dream to have our own small island with an antique castle like Kirrin Island is always awesome. We just fall in love with Julian, Dick, Anne, and Georgina (George) - and their dog Timmy.

The settings, which are almost always rural, make the children can discover the simple joys of cottages, creeks, the picnics, and bicycle trips around the English and Welsh countryside. It's something fresh and new for Indonesian like us to see how European live in the past. From the television and newspaper, we have a picture that European is always modern and lives in sky crapers. And these series bring us different views.

I don't really sure actually whether any European live this way now days. The Famous Five had been written many many years ago, in 1942, by an English author Enid Blyton. The way people live can be different, I think, with people has now days. That makes this novel becomes more interesting. I can spend a nice chatting with my daughter how it's like to have a tea time, or having boiled eggs with a slice of cheese and fresh lemonade from the nearby farm.

The Famous Five, for sure has become our soulmate.




 Indonesian version:


Bagi saya, setiap pembaca buku pasti memiliki belahan jiwa masing-masing. Itu adalah buku yang kamu pilih untuk dibawa kemana-mana - yang paling sering. Itu adalah buku yang paling sering kau ambil setiap kali kamu akan bepergian; yang tak perlu menghabiskan waktu berjam jam untuk memeutuskannya! Itu adalah satu buku yang memiliki tempat spesial di hatimu.

Kata 'kami' disini maksudnya adalah: saya dan anak perempuan saya - Aisyah. Kita mungkin saja sering berdebat akan banyak hal kecil; yah seperti halnya ibu dan anak yang lain. Tetapi, anehnya kita punya satu kesamaan dalam memilih buku sebagai soulmate-belahan jiwa.

Yups, novel serial 'Lima Sekawan'(The Famous Five) adalah belahan jiwa kami. Kapanpun kami memutuskan untuk melakukan perjalanan, anak perempuan saya itu hampir dipastikan menyelipkan salah satu koleksi Lima Sekawan nya ke dalam tas. Bisa saja sih dengan buku lain, seperti kisah Abunawas atau Muhammad Al Fatih. Tetapi Lima Sekawan tetap pilihan utama. Seperti saya, dia juga menikmati membaca buku kecil seukuran pocket ini waktu luang di sela perjalanan.


Hmm, memangnya siapa ya yang bisa menolak petualang keempat anak dengan seekor anjing itu? Kita sering ikut merasa tercekam setiapkali kelima tokoh itu mengalami masalah selama petualangan mereka. Rasanya menyenangkan untuk menikmati bagaimana kelimanya bercakap dan melakukan perjalanan. Memiliki impian akan bisa punya sebuah pulau kecil lengkap dengan kastil antiknya, seperti Pulau Kirrin, selalu terasa mengesankan. Kami berasa langsung jatuh cinta begitu saja dengan Julian, Dick, Anne, dan Georgina (George) - dan anjing mereka ,Timmy.

Setting di sebagian cerita di novel ini adalah hampir berupa suasana pedesaan. ini membuat anak-anak dapat menemukan kesenangan-kesenangan sederhana dari kehidupan di pondok-pondok sederhana, sungai sungai kecil de tengah padang, piknik, dan perjalanan bersepeda di sekeliling kehidupan pedesaan di Inggris dan Welsh. Ini merupakan sesuatu yang cukup segar dan berbeda bagi orang Indonesia seperti kami. Dari Televisi atau koran, kita mendapat gambaran bahwa orang Eropa selalu modern dan hidup di gedung bertingkat. Dan serial novel ini menyajikan pandangan yang berbeda pada kita.


Saya tidak yakin sih , apakah sebenarnya orang Eropa masih ada yang hidup seperti ini akhir-ahkhir ini. Mengingat bahwa 'Lima Sekawan' telah ditulis tahunan yang lalu, tepatnya di tahun 1940 an oleh penulis Inggris bernama Enyd Blyton. Saya pikir cara hidup orang=orang Eropa itu bisa saja berbeda sekarang. Justru inilah yang menjadikan Lima Sekawan menjadi lebih menarik. Saya dan putri saya dapat ngobrol dengan asyiknya tentang bagaimana ya rasanya menikmati tea time, atau bagaimana ya rasanya menikmati dua telur rebus dengan sepotong keju dan jus lemon segar dari lahan pertanian di sekitar kemah mereka.

Lima Sekawan adalah Soulmate kami - itu pastinya!





Sabtu, 22 Desember 2018

EDUTRIP KE MUSEUM AIR; KE JOGJA BAY TIDAK SEKEDAR MAIN AIR SAJA


Tahukah anda Jogja punya sistem pengairan yang hebat sejak dulu kala? Kenal apa itu Selokan Mataram?
Eh, Jangan pakai tisu banyak-banyak lho. Sstt.. pakai tisu banyak-banyak berarti anda tak sayang air. Lhoh kok bisa, Cuma tisu ini?
Si kecil kami mendapat jawabannya dari Museum Air di Jogja Bay Jogja.
Mengunjungi Jogja bersama si kecil pasti akan tambah lebih seru jika menyempatkan ke Jogja Bay. Sebuah Waterpark besar dengan area sekitar 7,7 hektar di sebelah utara pas area Stadion Maguwoharjo, Depok. Berbagai wahana yang ada dapat anda cek di situs mereka di  www.jogjabay.com  . Informasi di web mereka cukup lengkap dan informatif.

Harga tiket masuknya lebih mahal saat weekend:
Dewasa : Rp.100.000
Anak    : Rp. 75.000
Sementara di hari biasa (weekdays) harga tiket masuknya:
Dewasa : Rp. 90.000
Anak     : Rp. 65.000

Tidak boleh bawa makan dan minum dari luar ya saat memasuki area Jogja Bay. Nanti setelah membeli tiket di loket depan, pengunjung akan diperiksa secara mendetail barang bawaannya. Kalau di tas kita ada makanan atau minuman, mereka akan menyimpankan dulu. Tapi kalau tidak mau ribet lebih baik, makanan dan minuman dari rumah kita taruh di mobil saja.

Barang bawaan berupa handuk dan baju ganti dapat kita simpan di loker. Harga sewa loker adalah Rp. 30.000. Jangan takut tak kebagian ada banyaaak loker disana. Lokernya cukup leluasa kok. Kami sekeluarga cukup memakai satu loker saja.



Ke waterpark jelas untuk main air sepuasnya ya. Tetapi kali ini keluarga kami menikmati pilihan lain setelah puas main air. Kami menyempatkan mengunjungi Museum Air yang berada di dekat area teater pertunjukan, sebelum pintu keluar.
Museum ini memang masih kurang populer karena memang baru diluncurkan bulan November 2018. Memang harus bayar lagi sih untuk masuk wahana ini, waktu itu per orang baik anak atau dewasa membayar Rp.25.000. Yaaah bayar lagii, tetapi sebanding kok dengan ilmu dan pengalaman yang akan kita dapat. Oya, saya sarankan anda mengecek dulu jam – jam masuknya. Ini karena paketnya dibuat seperti tur berkeliling dengan waktu keliling sekitar satu hingga satu setengah jam. Misalnya, sesi pertama dibuka jam 11.30 siang, maka untuk ikut sesi berikutnya anda harus menunggu tur sesi 12.30. Misalnya gini saja, agar tidak menunggu lama sebelum masuk maen air, anda dapat mengecek dulu ke gedung  Museum Air untuk merancang anda sekeluarga nantinya mau masuk sesi yang mana. Sekali tur, bisa untuk sekitar 20 – 30 peserta, tetapi tur akan dimulai sesuai jam tanpa menunggu penuh kapasitasnya.
Waktu itu saya dan si kecil ikut sesi siang, sementara si bapak lebih suka mengunggu di luar mengobrol dengan temannya. Sebenarnya, boleh juga ada anak – anak masuk tanpa didampingi orang tua karena setiap tur akan dipandu oleh seorang tour leader dari pihak pengelola. Saya memutuskan ikut, karena si adek yang masih TK menurut saya belum mampu mengikuti arahan tour leader dengan baik.

Setelah membeli tiket, sebelum masuk pengunjung museum dipersilakan menggunakan jas ala pratikum gitu. Tersedia berbagai ukuran disana. Selama tur pengunjung dilarang merekam atau memfoto tanpa ijin dari tour leader. Jangan kahawatir nanti banyak kok spot-spot yang diperbolehkan mengambil foto.

Tour dimulai dengan berjalan memasuki area Teater Air. Ruangannya seperti layaknya gedung film kecil. Disitu kami diajak melihat tayangan mengenai pentingnya menjaga air dan upaya untuk melestarikannya. Salah satunya adalah tentang ‘Selokan Mataram’. Si kakak yang suka sejarah setengah berseru excited, “Buk, aku pernah moco kui. Pelajaranku yo enek.”

Bagi pengunjung yang masih TK kebawah seperti si adek, mungkin akan sedikit bosan , karena tayangannya agak lama- sekitar 20 menitan. Sebaiknya ini juga dijelaskan dulu pada si kecil, bahwa nanti akan ada tayangan dan sebagian area tur disetting suasana gelap. Setting cenderung gelap ditujukan agar dapat membawa suasana hutan hujan dan tayangan di sepanjang perjalanan menjadi lebih hidup.
 
Setelah melihat tayangan di teater Air, kita akan dibawa berjalan ke semacam lorong dengan suasana hutan hujan, sungai dan air terjun. Di sepanjang perjalanan, ada keterangan yang dapat dibaca dan dipegang disana-sini. Tour guide juga sangat ramah dalam menjelaskan dan menjawab pertanyaan. Ada juga satu lagi tayangan tentang siklus air dan suasana pantai di tengah perjalanan. Tak ketinggalan tentu saja diorama penjelasan pengelolaan air di perkotaan lengkap dengan project Selokan Mataram yang melegenda itu.
Anak-anak sangat excited ketika sampai di area percobaan. Suasananya kali ini terang, seperti di sebuah laboratorium para penemu hebat. Tour guide sudah menyediakan berbagai percobaan ipa sederhana dengan air. Misalnya yang paling disukai si thole adalah bagaimana air di berbagai gelas dapat menghasilkan bunyi yang berbeda.


Bagaimana alur perjalanan air di tubuh manusia juga dapat diamati dan dipraktekkan dengan menyenangkan. Terdapat berbagai fakta disajikan tentang air dengan bentuk yang dapat dibuka tutup, cocok untuk anak-anak yang memang susah mau diam. Pada bagian akhir disajikan fakta tentang pencemaran air dan bagaimana cara menanggulanginya. Termasuk soal pemakaian tisu itu. hmmm .. ternyata selain dibuat dari kayu, si tisu itu sangat boroooos air dalam proses pembuatannya. O ya, hemat air itu juga bagian penting dari edukasi. Gunakan air seperlunya dalam kehidupan sehari-hari.

Memang semboyan museum ini adalah ‘Water for Life.’ Air memang bermanfaat untuk kehidupan. Kalau kita tak mau peduli, siapa lagi?




Itulah pengalaman kami mengunjungi Museum Air ' Water For Life' di Jogja Bay. Yuk, belajar mengenal air.

Jumat, 21 Desember 2018

Ringkasan Training Blogging Basic with Rahayu Asda

Ringkasan Training Blogging Basic


Liburan ini saya ikutan Pelatihan Blogging, nih. Awalnya ikutan ini iseng saja berkat jawilan dari mbak Ika. Bisa nambah ilmu baru kan. Apa saja to yang dipelajari kalau ikut kelas semacam ini?
Ini saya tayangkan ringkasannya ya..

Kegiatan ini diadakan oleh Joeragan Artikel, dengan mentor Mbak blogger Rahayu Asda yang hobinya memang otak atik jeroan blog semacam itu.  Judul kegiatannya adalah : TRAINING BLOGGER FOR BASIC BEGINNER.  Saya ringkas Blogging Basic gitu aja ya.
Blogging Basic diadakan mulai tanggal 14 Desember 2018 dengan pendampingan selama 7 hari di grup Facebook. Tapi untuk lebih mudah dalam memandu emak emak gaptek macam saya, dibuatlah kelompok-kelompok kecil dan tambah dipandu satu PJ di WAG. Kelompok saya dipandu oleh mbak PJ Saras yang supeeer sabar dan baik hati. Kebetulan saya satu grup dengan senior Gen JW seperti Bunda Is dan Bu dokter gigi cantik Rahayu.  Membuat makin semangaaaat.

Phase 1. Pengenalan Blog dan Membuat Blog.
Di Phase ini kita diajak mengenal apa itu blog dan bagaimana membuat sebuah personal blog dengan platform blogspot. Bagi yang sudah mempunyai blog seperti saya bisa menggunakan blog yang lama. Saya memang pernah membuat blog dulu, tapi alakadarnya saja dan hampir terbengkalai. Kalau anda samasekali belum punya blog, jangan khawatir, Mbak Blogger Rahayu Asda dan PJ di masing masing grup siap membantu dengan telepati jarak jauh. Hehe

Setelah blog jadi, tugas nya adalah sebagai berikut:
  •           Membuat artikel ‘Tentang Saya’
  •           Membuat artikel ‘Term of Service’
  •           Membuat artikel tentang isu terkini.

Waduuh banyak banget yaa, jangan berkerut dahi dulu. Mentor dan PJ cantik siap memberi contoh dan memandu setiap kita ada kesulitan. Oya, pesan Mbak Rahayu Asda, untuk postingan ‘tentang saya’ sebaiknya memakai foto yang tidak terlalu tampak muka, terutama bagi muslimah. Trus, untuk artikel yang memakai foto atau gambar, jangan asal ambil dari Google. Ngeri kalau ada masalah dengan hak cipta. Tenaang, kita nanti dikasih kok link-link yang bisa kita ambil gambar-gambarnya secara free dan bebas.

Phase 2.  Membuat Header Blog

Kali ini belajar membuat header blog dengan aplikasi Canva. Ini gunanya agar tampilan atas blog kita nantinya lebih cantik. Tidak sekedar memakai header bawaan. Header blog memuat identitas nama blog kita dan slogannya atau secara garis besar blog isinya apa.
Tugas selanjutnya adalah membuat artikel ‘ Mengapa Saya Menulis di Blog’. Idealnya dilengkapi dengan ilustrasi gambar juga. Sekaligus mengenalkan dan belajar membuat ‘label’ pada tiap artikel. Ibarat blog itu kotak penyimpanan besar, maka label – label itu akan menjadi laci-laci kecil didalamnya yang membuat artikel-artikel kita nantinya jadi lebih rapi. Tidak campur bawur ndak genah gitu.

Phase 3. Memperbaiki Tampilan Blog
Sebelumnya, peserta pelatihan ditugaskan membuat sebuah artikel lagi dengan tema Kota Impian. Artikel wajib pakai gambar dengan hak cipta yang aman dan di beri label.
Berikut tahapan yang kami lakukan untuk memperbaiki tampilan blog:
  •          Mengganti template blog dengan free template yang sudah dicarikan pilihannya oleh Mbak Rahayu. Pilihannya semua cantik menawan, tidak hanya biasa seperti template bawaan.
  •           Membuat profil ‘about me’ di side bar.
  •          Memasang header blog yang sudah kita buat di tugas sebelumnya.Mengatur menu navigasi
  •           Memasang Widget sosmed di side bar. Yang nantinya tampilannya akan menjadi kolom ‘Follow Us’. Mempermudah pengunjung blog kita untuk menghubungi sosial media kita, misalnya kalau saya ada Facebook, G+, dan Youtube.
  •           Mengatur menu navigasi


Tahapan inilah yang paling menguras waktu. Pengerjaannya melibatkan kode – kode dengan kosakata bahasa mesin, misalnya url: <div dir=”ltr” style=”text-align; https:// htpml bla bla bla ... . hehee.. aneh dan rumit? Memang iya.

Tapi dengan sabar dan telaten Mbak Mentor dan Mbak PJ siap membantu. Siang dan Malam. Daaan tadaa.. jadilah blog saya dengan tampilan yang membuat saya sendiri jadi pangling. Alhamdulillah, semua sesi pelatihan Blogging Basic sudah selesai. Kalau anda tertarik mau mengikutinya, silahkan kontak kontakan dengan Joeragan Artikel atau Mbak Rahayu Asda di Blognya atau di FB. Hmmm...kok jadi penasaran yaa.. apa nantinya ada pelatihan blogging lanjutan untuk ini. Ngutak atik Blog itu ternyata nagiiiih!

blogger tamplate

 thema gratis blogger terbaru blogger template blogger template blogger template blogger template blogger template blogger template b...